Belajar Tari Tradisional

 

Belajar Tari Tradisional

Belajar tari tradisional menjadi aktifitas unik yang ditawarkan di Kota Probolinggo. Selain budaya suku tengger di Bromo, tari tarian tradisional khas probolinggo juga menarik.

Tari tarian tradisional memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak wisatawan yang tidak hanya tertarik untuk menonton tetapi juga ingin ikut belajar menari.

Meskipun demikian, di Kota Probolinggo ada beberapa sanggar seni yang memberikan kesempatan untuk ikut belajar menari. Jenis tari tarian yang diajarkan dan ditampilkan adalah tari tarian khas Kota Probolinggo seperti Jaran Bodhag dan Kiprah Lengger.

Disisi lain, belajar tari tradisional, menjadi sebuah aktivitas yang tidak terlupakan pada saat berkunjung ke Kota Probolinggo. Aktivitas ini sangat digemari oleh wisatawan, baik wisatawan asing maupun mancanegara.

Belajar Tari di Sanggar Seni:

Beberapa sanggar kesenian di Kota Probolinggo yang memiliki keterbukaan kepada para wisatawan atau pengunjung. Salah satunya untuk belajar dan mengenal kesenian tari di Kota Probolinggo, yaitu Sanggar Bina Tari Bayu Kencana, Sanggar Mardi Budoyo dan Sanggar Panji Laras.

Dikarenalam masing-masing sanggar kesenian tari tersebut memiliki jadwal latihan tari serta lokasi latihan yang berbeda. Untuk sanggar tari Bina Tari Bayu Kencana berlatih di Gedung Kesenian Kota Probolinggo, Jl. Suroyo (Utara Museum Probolinggo), yaitu hari Rabu dan Kamis.

Sedangkan sanggar tari Mardi Budoyo berlatih di rumah ketua sanggar yaitu Mbah Guco. Dengan lokasi di Jl. Ir. Juanda, yaitu di Hari Sabtu dari pukul 16.00 – 20.00 wib dan Minggu dari pukul 08.00 – 12.00 wib. Untuk sanggar Panji Laras juga memiliki jadwal latihan yang berlokasi dirumah Ibu Kotib di Kademangan.

Aktifitas Belajar Tari:

Aktivitas wisata belajar tari merupakan upaya untuk memperkenalkan Kota Probolinggo sebagai kota yang kaya akan peninggalan sejarah berupa bangunan fisik dan kesenian. Sebagai kota pesisir yang memiliki potensi penduduk dari berbagai macam etnis.

Beberapa etnis tersebut yaitu Etnis Jawa, Etnis Madura, Etnis Arab dan Etnis Tionghoa. Beberapa etnis tersebut membentuk sebuah akulturasi budaya baru yaitu Budaya Pendhalungan. Demikian juga dengan unsur tari menjadi salah satu bentuk akulturasi yang indah, khas Kota Probolinggo.