Tari Jaran Bodhag 舞蹈

Tari Jaran Bodhag

Tari Jaran Bodhag dalam bahasa Jawa “Jaran” berarti Kuda dan “Bodhak” (Bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur). Mempunyai arti Wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan. Namun jenis kesenian ini telah dikenal luas oleh masyarakat Kota Probolinggo. Namun dari beberapa sumber diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh beberapa orang-orang kota Probolinggo.

Sejarah Tari

Pada saat ini “Jaran Bodhag” masih populer di kalangan masyarakat Kota Probolinggo. Tarian ini biasanya digunakan untuk mengiringi dan mengarak acara hajatan, pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Menurut Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo, Peny Priyono. Bahwa bentuk penyajian tarian ini adalah arak-arakan di jalan maupun di halaman rumah.

Kesenian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat Kota Probolinggo. Dan sampai sekarang masih aktif untuk mengadakan kegiatan pembinaan dan pementasan. Penyajian kesenian ini diiringi dengan musik tradisional seperti Kenong, Gong, Kendang, dan Sronen.

Bentuk Tampilan

Tari Jaran Bodhag dilakukan oleh dua orang dengan sebutan janis dan penunggang jaran. Para penari Jaran Bodhag juga memakai pakaian yang penuh gemerlapan, menarik, dan unik. Siapapun bisa naik Jaran Bodhag, karena gerakannya tidak susah, dengan mengikuti irama yang muncul dari alunan musik tradisional. Keberadaan kesenian Jaran Bodhag ini merata diseluruh Kecamatan Kota Probolinggo.

Jaran Bodhag  Tradisional Dance

Jaran Bodhag dance (Javanese “Jaran” means horse and “bodhag” means container *Javanese dialect of East Java). Although it’s not known when “Jaran Bodhag” was created.

 Some sources it is known that “Jaran Bodhag” was created by some people of Probolinggo city.

History

Nowaday “Jaran Bodhak” is still popular among the people of Probolinggo. It is usually used to accompany and parade the event of celebration, marriage, circumcision, and so forth. According to Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo (The Chief of Cultural Board of Probolinggo City), Peny Priyono, he said that the form of presentation of this dance is a parade on the street or in the yard. This art grows and develops in Probolinggo society which until now still active to hold the activity of coaching and staging. The presentation of this art is accompanied by traditional music such as kenong, gong, kendang, and sronen.

Form

Jaran Bodhag dance performed by two people with the title janis and rider jaran. The dancers Jaran Bodhag also wore dress full of sparkly, interesting, and unique. Anyone can ride Jaran Bodhag, because his movement is not difficult, just follow the rhythm that comes from the music. The existence of Jaran Bodhag art is evenly throughout Probolinggo District.

Jaran Bodhag 舞蹈在爪哇语言叫“Jaran”意思是马,与“bodhak”(在爪哇语的土语特别是东区)意思就是碗。虽然社会在庞越不理解这“Jaran Bodhag”的艺术来开始,可是一些消息来源指出,“JARAN Bordag”是由庞越市的一些人们创造的。

现在“Jaran Bodhak”在庞越社会仍然著名的。与这个舞蹈通常为陪伴婚礼而其他最重要的活动。根据Priyono先生指出这种舞蹈的形式是在街上或在院子里游行。这个艺术在庞越社会中生长发展,至今仍然活跃于进行训练和分期。这种艺术的呈现伴随着传统音乐组成的,就像kenong, gong, kendang, 和 sronen.

Jaran Bodhag 舞蹈是由两个人来做,教“janis”与“骑马”。舞者Jaran Bodhag而穿着闪闪发光,有趣,独特的服装。任何人能够骑Jaran Bodhag,因为舞蹈的动作比较简单,我们只是按照来自音乐的节奏,一边听一边跳舞。Jaran Bodhag舞蹈在庞越地区已经拥有了。