Gereja Merah – Red Church – (红教堂)

-Gereja Merah merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah di Kota Probolinggo. Dibangun pada Tahun 1826, Gereja Merah hanya mengalami sedikit perbaikan pada bagian dalam ruangan dan cat, mengingat konstruksi bangunan yang sepenuhnya terbuat dari baja. Menurut Ripta Atalata, Pendeta Gereja Merah, dinamakan Gereja Merah, karena letak geografis Kota Probolinggo yang dekat pantai, sehingga untuk mencegah terjadinya korosi, maka Gereja Merah ini di lapisi cat warna merah (cat anti karat). Secara umum, Gereja Merah masih dipergunakan sebagai tempat ibadah dan telah menjadi salah satu benda cagar budaya yang patut untuk dilindungi di Kota Probolinggo. Sebagai situs peningalan sejarah, Gereja Merah juga menjadi daya tarik wisata khususnya bagi wisatawan asing yang ingin memahami bagian sejarah panjang bangsa dan warisan nenek moyang. Didalamnya terdapat berbagai peralatan peribadatan serta Kitab Injil Kuno yang berumur ratusan tahun namun masih terjaga dengan baik. Pada hari besar keagamaan, seperti hari raya Natal dan Paskah, Gereja ini selalu dipadati pengunjung dari mancanegara, mulai dari Belanda, Inggris hingga Australia. Lokasi Gereja Merah di Jl. Suroyo, Probolinggo.

Gereja Merah is one of the historical building of Probolinggo city. Built in 1862, Gereja Merah is used as the house of worship. According to Ripta Atalata, the Red Church Pastor, called the Red Church, because of the geographic location of Probolinggo City near the coast, so as to prevent corrosion, the Red Church is covered in red paint (rust paint).As the historical site which is worth protecting in Probolinggo City, Gereja Merah become the tourism attraction especially for the foreigners if want to understand the long history part of the nation and the heritage of the ancestors. This church still has many worship equipments such as the hundreds years old Bible but it is still in a good condition. On religious holidays, such as Christmas and Easter, the Church is always packed with visitors from abroad, from the Netherlands, England to Australia. This church located at Jl.Suroyo,Probolinggo.

Gereja Merah (红教堂)是一种历史建筑之一。建造于1862年,本来建筑施工就是钢制的,可是在房间内部与油漆上经历了一些改进。据红教堂牧师—Ripta Atalata,被称为红色教堂,是因为从地理位置上看庞越市离海岸更近的,为了防止腐蚀,把红教堂覆盖着红色的油漆—防锈漆。之所以一定要一直保护的,是因为 Gereja Merah (红教堂)作为崇拜的地方与成为一个文化遗产。而Gereja Merah (红教堂)也成为了外国旅客的旅游景点,为了想了解这个民族的悠久历史与祖先的遗产。存在Gereja Merah (红教堂)里面有一些崇拜器材与一本古圣经,可是一本古圣经的情况仍然良好。在宗教节日中,如:圣诞节和复活节,来自许多国外的旅客从荷兰、英国到澳大利亚,来着Gereja Merah (红教堂),而教堂里面总是挤满了。Gereja Merah (红教堂)位于庞越市Suroyo路。