Tempat Wisata

TEMPAT WISATA

Tempat wisata Kota Probolinggo dengan luasan wilayah sebesar 56.667 km2. Memiliki sebaran kekayaan potensi alam dan budaya. Mampu dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber perekonomian masyarakat. Dengan kultur masyarakat Pendalungan yang multi etnis. Meliputi Etnis Jawa, Etnis Madura, Etnis Arab dan Etnis Tionghoa.

Kota Probolinggo memiliki hasil bentuk-bentuk kolaborasi budaya. Dan terus akan dikembangkan sebagai modal dasar dalam pengembangan perekonomian masyarakat. Kota Probolinggo sebagai kota pesisir. Juga memiliki potensi alam bahari yang luar biasa.

Dewasa ini, pengembangan di sektor kepariwisataan akan diarahkan pada upaya pengembangan wisata bahari. Dengan mempertimbangkan pada potensi bahari dan hutan mangrove. Juga diarahkan pada pengembangan wisata budaya.

Dengan mempertimbangkan pada sebaran bangunan kuno peninggalan sejarah, serta wisata buatan yang salah satunya dengan penyelenggaraan even-even wisata. Hal tersebut juga tidak terlepas dari rencana pengembangan Kota Probolinggo kedepan sebagai Kota Minapolitan. Yaitu dengan menjadikan Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai sentra pelabuhan bongkar muat peti kemas. Dan pelabuhan tempat bersandarnya kapal pesiar.

Perkembangan Tempat dan Sarana Wisata

Kota Probolinggo memiliki sekitar 40 jenis objek wisata yang tersebar. Baik wisata alam, wisata sejarah, dan wisata buatan atau wisata minat khusus. Sedangkan daya tarik wisata yang memberikan kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) mencapai 9 (sembilan) daya tarik wisata.

Jumlah sarana akomodasi yang ada di Kota Probolinggo mencapai 27 buah. Dengan jumlah kamar mencapai 730 kamar dengan berbagai tipe. Terdiri dari 1 hotel bintang 3, 1 hotel resort dan 25 hotel melati. Dengan semakin berkembangnya pertumbuhan sarana akomodasi di Kota Probolinggo. Menunjukan bahwa Kota Probolinggo telah tumbuh sebagai kota wisata unggulan di Jawa Timur. Disisi lain, dengan semakin berkembangnya sarana akomodasi. Hal tersebut menunjukan bahwa Kota Probolinggo sangat terbuka kepada para investor. Khususnya yang ingin berinvestasi di berbagai sektor jasa pariwisata.

Kedepan, Kota Probolinggo akan menjadi kota transit yang memiliki berbagai fasilitas pendukung. Baik pusat oleh-oleh maupun yang representatif sebagai wahana rekreasi keluarga. Kota Probolinggo juga membuka banyak peluang investasi di sektor pariwisata. Baik dalam pengembangan wisata minat khusus, akomodasi dan sarana pendukung pariwisata.

TOURISM DESTINATION

Probolinggo Tourism Destination is distributed in 56.667 km2 area. It is rich of natural and cultural potency of tourism. It is optimally used for economic source by local residents with their multi ethnic Pandhalungan People that is Javanese, Madurese, Arabian, and Chinese Ethnic

Probolinggo City has variety product of culture collaboration and continuously developed for source of economic development of local resident. As a coastal city, Probolinggo has incredible marine tourism potency.

Nowadays, tourism sector development will be directed to marine tourism, consider to potency of marine and mangrove forest. These are directed to culture tourism too.

Considering to distribution of ancient historical heritage buildings, and artificial tourism like some event for tourist attraction. These are inseparable from the future plan of Probolinggo City development for as Minapolitan City. That is making Tanjung Tembaga port as central of loading and unloading of container and port of cruise ship.

Development of tourism object and facilities

Probolinggo City has around 40 types of tourist object, among natural, historical, artificial tourism objects and special interest objects while there are 9 (nine) tourist objects which contributes to PAD (Regional Revenue).

The number of accommodation facilities in Probolinggo City is reach 27 with Number of rooms reaching 730 rooms of various types. That Consists of a 3 star hotel, 1 resort hotel and 25 budget hotels. The fast growth of accommodation facilities in Probolinggo shows that Probolinngo City has grown to be superior destination in East Java. On the other hand the development of accommodation facilities in Probolinggo shows that Probolinggo City is opened for investors who want to invest in tourism sector.

In the future, Probolinggo City will become a transit city that has various supporting facilities, both the souvenir center and the representative as a vehicle for family recreation. Probolinggo also opens many investment opportunities in the tourism sector, both in the development of special interest tours, accommodation and tourism support facilities.