PAWAI BUDAYA APEKSI XIV/2019

Pada tahun 2019, Semarang ditunjuk menjadi tuan rumah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XIV dan Indonesia City Expo (ICE) XVII pada Rabu-Minggu, 2-6 Juli 2019. Kota Probolinggo menjadi salah satu peserta yang memeriahkan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Pemerintah Kota Probolinggo pada kesempatan APEKSI kali ini mempersembahkan “BAYUANGGA BATIK CARNIVAL” dengan mengusung tema “PENDALUNGAN”. Tema ini terinspirasi dari kehidupan yang harmonis antara beberapa Ethnis yang ada di Kota Probolinggo, serta keberagaman budaya dari Ethnis Madura, Ethnis Cina, Ethnis Arab dan Ethnis Jawa. Letak Probolinggo yang berada di daerah pantai pesisir utara menciptakan suatu pencampuran budaya dari ke empat Ethnis yang dinamakan “PENDALUNGAN”.

Kota Probolinggo juga disebut “Kota Bayuangga”. “Bayu” yang berarti Angin dan “Angga” yang berarti Anggur dan Mangga. Maka dari itu dalam kesempatan iniKota Bayuangga juga memperkenalkan ikon Kota Probolinggo yakni buah Mangga. Mangga yang dikenalkan adalah jenis mangga “Manalagi” dibawa langsung dari Kota Probolinggo juga dibagikan. Persembahan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.

APEKSI XIV/2019 CULTURAL PARADE

In 2019, Semarang was appointed to be the host ofAsosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XIV and Indonesia City Expo (ICE) XVII on Wednesday-Sunday, 2nd -6th of July 2019. Probolinggo became one of the participants who attended the Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XIV. In this opportunity, the Government of Probolinggo City presented”BAYUANGGA BATIK CARNIVAL” with the theme “PENDALUNGAN”.This theme was inspired by the harmonious life among several existing Ethnis in Probolinggo, and cultural diversity of the Ethnis; Madura, Chinese, Arab and Javanese Ethnis. Location of Probolinggo in coastal areas of the North Coast created a cultural mixing of the four the Ethnis named “PENDALUNGAN”.

Probolinggo is also called the city of “Bayuangga”.”Bayu” meaning wind and “Angga” which means Grapes and Mangoes. Therefore, in this occasion City Bayuangga also introduced the icon Probolinggo, Mangoes. “Manalagi”is a kinds of mango which was introduced and shared. It was originally picked from Probolinggo. This present received a warm welcome from the public.