Investasi Wisata

Sebagai kota transit yang berada di jalur strategis yang menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali, Kota Probolinggo sangat terbuka investasi bernilai tinggi. Sebanyak 27 jenis akomodasi telah berkembang pesat di Kota Probolinggo, namun disisi lain perkembangan investasi di berbagai sektor jasa wisata dan daya tarik wisata baru di Kota Probolinggo masih belum optimal.

Peluang investasi wisata di sektor pariwisata Kota Probolinggo sangatlah terbuka, khususnya dalam pembangunan sarana akomodasi dan pembuatan daya tarik wisata. Berbasis pada pengembangan potensi kelokalan, investasi wisata di Kota Probolinggo lebih diarahkan pada upaya menggali peluang pengembangan wisata bahari.

Area investasi di Kota Probolinggo terbagi kedalam area pengembangan daya tarik wisata alam bahari dan telusur hutan mangrove serta wisata buatan yang berada di sisi utara. Sedangkan dalam pengembangan sektor akomodasi diperlukan pengembangan hotel berbintang yang memiliki hall untuk memenuhi kegiatan MICE, dengan lokasi strategis berada di sisi selatan.

Peluang pengembangan sektor pariwisata di Kota Probolinggo juga berpeluang dalam pengembangan pusat oleh-oleh dan kuliner, yang dewasa ini masih belum berkembang secara optimal. Pengembangan pusat oleh-oleh dan kuliner berada di sisi selatan Kota Probolinggo dengan pertimbangan kedekatan akses dengan daya tarik wisata Gunung Bromo.